NasDem Dorong Pemisahan Pileg dan Pilpres di RUU Pemilu

Partai NasDem mendorong agar pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada Pemilu 2029 tidak lagi digelar bersamaan. Usulan itu menempatkan pileg sebagai tahapan yang berlangsung lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan pilpres.

Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa mengatakan, pemisahan jadwal tersebut merupakan sikap partainya dalam pembahasan desain Pemilu 2029. “NasDem memang menginginkan agar pileg dan pilpres itu dipisah. Jadi pileg dulu baru apa pilpres,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).

Masih Menjadi Wacana

Saan menegaskan, gagasan tersebut belum menjadi keputusan final. Wacana pemisahan pileg dan pilpres masih akan dibahas bersama partai-partai politik lain melalui mekanisme pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Menurut dia, terdapat partai lain yang juga memiliki pandangan serupa. Saan menyebut Partai Golkar sebagai salah satu partai yang tampaknya mendukung penyelenggaraan pileg dan pilpres secara terpisah, selain partai-partai lainnya.

“Yang kedua juga ada dari partai seperti Golkar, yang lain-lain juga sama,” ujar Saan.

Ia menyampaikan, isu tersebut telah masuk dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) yang dibentuk Komisi II DPR RI. Panja itu bertugas menyusun draf RUU Pemilu, termasuk membahas rancangan desain penyelenggaraan pemilu berdasarkan usulan setiap partai.

“Nah, nanti di Panja itu pasti akan dibicarakan, akan dipertemukan dari usulan masing-masing partai terkait dengan desain kepemiluan seperti apa,” kata Saan.

Golkar Lebih Dulu Mengusulkan Pemisahan

Wacana pemisahan jadwal pemilu kembali mengemuka setelah pileg dan pilpres pada Pemilu 2024 diselenggarakan secara bersamaan. Dalam perkembangan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, telah menyampaikan usulan agar seluruh jenis pemilu tidak digabungkan.

Doli mengusulkan agar pileg, pilpres, dan pemilihan kepala daerah (pilkada) masing-masing diselenggarakan secara terpisah. Usulan itu disampaikannya dalam keterangan pada Selasa (22/9).

“Kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, pileg, pilpres, dan pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan,” kata Doli.

Usulan NasDem dan pandangan yang disampaikan Golkar tersebut selanjutnya menjadi bagian dari materi yang akan dipertemukan dalam pembahasan Panja Komisi II DPR RI. Belum ada keputusan akhir mengenai desain dan urutan penyelenggaraan pemilu untuk 2029.

Source link