Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya meminta agar alat bantu seks disediakan bagi warga binaan yang belum menikah dan membutuhkan. Permintaan itu disampaikan pada Rabu (30/9) dalam pembahasan mengenai sistem pemasyarakatan.
Willy menyebut gagasan tersebut sebagai bagian dari inisiasi yang berkaitan dengan tujuan pemasyarakatan. Menurut dia, sistem pemasyarakatan tidak semata-mata berfokus pada masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat dan berintegrasi setelah menjalani pembinaan.
Gagasan dikaitkan dengan tujuan pemasyarakatan
Dalam penjelasannya, Willy menghubungkan penyediaan alat bantu seks dengan kebutuhan warga binaan yang belum menikah. Permintaan itu ditujukan kepada warga binaan yang dinilai membutuhkan, meski tidak disertai penjelasan lebih lanjut mengenai ukuran kebutuhan tersebut.
Pernyataan tersebut menempatkan kebutuhan warga binaan sebagai salah satu hal yang menurut Willy perlu diperhatikan dalam proses pemasyarakatan. Ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk alat bantu yang dimaksud, mekanisme penyediaannya, maupun pihak yang akan bertanggung jawab atas pengadaan dan penggunaannya.
Willy juga tidak memaparkan apakah permintaan itu telah menjadi kebijakan, baru sebatas gagasan, atau akan dibahas lebih lanjut oleh lembaga terkait. Karena itu, informasi yang disampaikan sejauh ini berfokus pada permintaan agar fasilitas tersebut disediakan serta alasan yang mendasarinya.
Belum ada rincian pelaksanaan
Permintaan tersebut secara khusus menyebut warga binaan yang belum menikah dan membutuhkan. Namun, belum terdapat keterangan mengenai proses penentuan penerima, bentuk pendampingan, ataupun aturan yang akan mengatur penggunaan alat bantu tersebut.
Willy menjelaskan bahwa inisiasi itu diambil dengan merujuk pada tujuan sistem pemasyarakatan untuk menyiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan. Dengan kerangka tersebut, ia memandang kebutuhan warga binaan perlu ditempatkan dalam pembahasan mengenai upaya mengembalikan mereka ke masyarakat.
Belum disampaikan pula tahapan lanjutan setelah permintaan itu disampaikan pada Rabu, 30 September. Tidak ada rincian mengenai tanggapan pemerintah, kementerian atau lembaga pemasyarakatan, maupun jadwal pembahasan khusus terkait penyediaan alat bantu seks tersebut.
Untuk saat ini, pernyataan Willy menjadi dasar munculnya gagasan penyediaan alat bantu seks bagi warga binaan belum menikah yang membutuhkan. Penjelasan mengenai pelaksanaan, ketentuan, dan bentuk kebijakan selanjutnya masih belum diuraikan.












