Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan New York University (NYU), Amerika Serikat, untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan olahraga. Kesepakatan itu ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di New York pada Selasa (22/9).
Kolaborasi tersebut mencakup pendidikan, pelatihan olahraga, pertukaran tenaga ahli, serta penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Pemprov DKI berharap kemitraan ini dapat memperkuat ekosistem olahraga Jakarta melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Targetkan ekosistem olahraga yang berkelanjutan
Kerja sama dengan NYU menjadi bagian dari upaya Jakarta mencapai target masuk jajaran 50 besar kota global pada 2030. Pemprov DKI menyebut target itu didukung rekam jejak Jakarta dalam menggelar sejumlah kompetisi internasional, antara lain Asian Games, FIFA U-17 World Cup, FIBA Basketball World Cup, dan Formula E.
Jakarta juga secara rutin menyelenggarakan Jakarta International Marathon. Pada tahun ini, ajang tersebut diikuti lebih dari 45.000 pelari dari 52 negara.
Namun, Pramono menegaskan bahwa Jakarta tidak ingin berhenti sebagai tuan rumah berbagai kompetisi besar. Menurut dia, pemerintah daerah ingin membangun industri olahraga yang kuat dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Karena itu, kami membutuhkan pengelolaan fasilitas yang semakin baik, sumber daya manusia yang lebih kompeten, kemitraan internasional yang lebih luas, serta nilai ekonomi yang lebih besar bagi kota dan masyarakat,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9).
Dalam konteks itu, kerja sama dengan NYU diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas, pengelolaan fasilitas, serta pertukaran pengetahuan yang berkaitan dengan olahraga dan industri pendukungnya.
NYU diproyeksikan menjadi tujuan beasiswa
Kemitraan tersebut juga berkaitan dengan rencana Pemprov DKI menyiapkan program beasiswa pada 2027. NYU diharapkan dapat menjadi salah satu universitas tujuan bagi penerima manfaat program tersebut.
Program beasiswa itu ditujukan untuk memperluas akses anak-anak Jakarta terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Selain memperoleh pendidikan, para penerima beasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman dan jejaring internasional.
Pramono mengatakan Pemprov DKI ingin membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak Jakarta untuk menempuh pendidikan di universitas terbaik dunia. Ia berharap kerja sama dengan NYU tidak terbatas pada bidang olahraga.
“Kami berharap kerja sama dengan NYU dapat berkembang tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga membuka peluang pendidikan bagi anak-anak Jakarta,” kata Pramono.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono turut mengundang mahasiswa program Global Sport NYU untuk berkunjung ke Jakarta. Mereka diharapkan dapat melihat langsung pengelolaan fasilitas olahraga dan penyelenggaraan ajang internasional di ibu kota.
Kunjungan itu juga dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa NYU untuk mempelajari pengembangan klub dan industri olahraga, termasuk peran dunia usaha. Pemprov DKI berharap pertukaran pengalaman tersebut memperkuat hubungan Jakarta dan NYU sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia serta industri olahraga di Jakarta.












