Status Darurat Kekeringan di 6 Kabupaten Jawa Timur

Kekeringan Melanda Sejumlah Kabupaten di Jawa Timur

Surabaya, CNN Indonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa saat ini enam kabupaten di Jawa Timur telah memasuki status siaga darurat kekeringan. Keenam kabupaten tersebut mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang diprediksi lebih ekstrem tahun ini.

Penanganan Darurat Kekeringan

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat kekeringan di lapangan sudah mulai dilaksanakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.

Gatot mengungkapkan bahwa di Kabupaten Bondowoso, krisis air bersih telah melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Bantuan air bersih difokuskan pada tiga wilayah terdampak, yakni Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto. Total warga yang terdampak di ketiga dusun tersebut mencapai 140 kepala keluarga.

Untuk mengatasi kelangkaan air bersih, armada tangki air langsung dikerahkan ke lokasi. Pengiriman air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga di daerah terdampak.

Antisipasi Dampak Kekeringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim kemarau di Jawa Timur tahun ini akan berlangsung lebih ekstrem dari tahun sebelumnya. Musim kemarau telah dimulai sejak April dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus.

Untuk mengantisipasi dampak yang semakin meluas, Pemprov Jatim melalui BPBD terus memperketat pengawasan di titik-titik rawan serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat. Seluruh jajaran di daerah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan bergerak cepat dalam penanggulangan risiko bencana kekeringan.

Source link