Jurnalis Republika Abeng Ditangkap Tentara Israel di Kapal Global Sumud
Jakarta, CNN Indonesia — Seorang jurnalis Republika bernama Bambang Noroyono atau Abeng dilaporkan ditangkap oleh tentara Israel bersama dengan sekitar 100 aktivis lainnya. Informasi mengenai penangkapan Abeng telah diunggah di situs Republika.co.id dengan judul berita: BREAKING NEWS: Israel Tangkap 100 Aktivis Global Sumud, Termasuk Jurnalis Republika. CNN Indonesia telah memperoleh izin untuk mengutip berita tersebut.
Pendapat Pemimpin Redaksi Republika
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengutuk keras tindakan intersepsi yang dilakukan oleh militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Menurut Andi, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.
Andi menyatakan bahwa para relawan membawa obat-obatan, bantuan logistik, dan solidaritas untuk warga sipil Palestina yang kini menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti. Dalam misi tersebut, terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Menurut Andi, keselamatan mereka menjadi prioritas utama dan Republika mendukung misi kemanusiaan tersebut tanpa merestui segala bentuk kriminalisasi.
Video SOS dari Abeng
Republika memperoleh video dari Abeng setelah penangkapannya. Dalam video tersebut, Abeng meminta agar pemerintah Republik Indonesia segera mengambil tindakan untuk membebaskannya dari tahanan tentara Israel. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penangkapan tersebut.
Mengutip pernyataan Koalisi Global Sumud Flotilla, armada bantuan tersebut telah diintersep oleh kapal militer Israel di lepas pantai Siprus. Meskipun menghadapi intersepsi, armada tersebut tetap bertekad melanjutkan perjalanan ke Gaza.
Operasi Militer Israel
Media Israel melaporkan bahwa para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar di Israel, setelah operasi selesai. Dalam operasi tersebut, empat kapal perang Israel terlibat dan menyuruh seluruh kapal dalam armada untuk mematikan mesin.
Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Turki menuju Gaza sebagai upaya terbaru untuk menembus blokade Israel yang telah diberlakukan sejak tahun 2007. Blokade tersebut masih menjadi masalah internasional hingga saat ini di tengah konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
(Sumber: CNN Indonesia)












