Pemerintah Saudi Umumkan Tidak Ada Visa Haji Furoda 2026

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengonfirmasi bahwa visa haji furoda tidak akan tersedia untuk penyelenggaraan haji 2026. Haji furoda merupakan program haji non-kuota yang menggunakan visa undangan resmi dari pemerintah Arab Saudi. Ini berarti program ini memungkinkan jemaah untuk berangkat tanpa harus antre setiap tahunnya. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa Saudi tidak akan mengeluarkan visa haji furoda tahun ini. Menurutnya, visa yang dianggap legal adalah visa haji.

Dahnil juga mengingatkan pentingnya untuk waspada terhadap promosi keberangkatan haji instan melalui media sosial. Ia menilai bahwa praktik tersebut bisa membahayakan masyarakat dan mempercepat penipuan maupun pemberangkatan haji ilegal. Untuk mengatasi hal ini, Kemenhaj bekerja sama dengan Polri dalam membentuk Satuan Tugas Pencegahan Haji Ilegal yang bertugas untuk menindak berbagai modus perjalanan haji non-prosedural.

Dahnil juga menggarisbawahi bahwa haji resmi bagi masyarakat Indonesia hanya melalui dua skema, yaitu haji reguler dan haji khusus. Ia menegaskan bahwa haji pasti memerlukan proses antre. Selain itu, ia juga memberitahukan bahwa masa tunggu haji reguler saat ini lebih singkat, sekitar 26 tahun dan untuk haji khusus sekitar enam tahun. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pembenahan dalam tata kelola haji sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk upaya untuk mempercepat masa tunggu agar lebih realistis.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak sesuai prosedur dan memastikan pendaftaran haji dilakukan melalui jalur resmi untuk menghindari risiko kerugian dan hukum. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan agar pelaksanaan haji berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan masyarakat dapat terhindar dari praktik ilegal yang merugikan.

Source link