Angkut Hampir 1 Ton Sampah dari Kawasan Bromo

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil mengangkut hampir satu ton sampah yang tersebar di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Tindakan pembersihan ini dilakukan selama penutupan sementara area wisata untuk memulihkan ekosistem. Tim gabungan berhasil mengumpulkan total 963 kilogram sampah, dengan mayoritas terdiri dari bungkus makanan dan botol plastik.

Sampah-sampah ini diambil dari titik-titik penting di kawasan TNBTS, seperti Lautan Pasir, Parkiran Jip, Area Pura, Jemplang, Watu Gede, Bantengan, Watangan, penanjakan, dan sekitarnya. Totalnya, 425 kg sampah dibersihkan dari Lautan Pasir, Parkiran Jip, dan Area Pura, 225 kg dari Jemplang, Watu Gede, Bantengan, dan Watangan, 198 kg dari penanjakan, dan 115 kg dari Bungkah-Widodaren. Sampah-sampah ini kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Poncokusumo di Kabupaten Malang.

Selama aksi pembersihan, 128 peserta terlibat, termasuk 64 anggota TNBTS dan 92 orang dari pihak mitra, seperti pengemudi jip, pelaku perhotelan, pedagang kaki lima (PKL), dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Tujuan utamanya adalah menjaga kebersihan dan kelestarian alam Gunung Bromo, sebagai tempat wisata yang harus dijaga bersama.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menggarisbawahi bahwa setiap jip wisata telah dilengkapi dengan kantong sampah untuk mencegah wisatawan membuang sampah sembarangan. Ia juga menegaskan pentingnya aturan larangan membuang sampah di taman nasional untuk menjaga reputasi dan kualitas kawasan konservasi. Gunung Bromo akan ditutup untuk wisata mulai 6 hingga 12 April 2026 sebagai bagian dari upaya konservasi dan perbaikan ekosistem, serta peningkatan standar layanan pariwisata.

Source link