Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem di Kantor Sekretariat Kabinet pada Rabu malam. Melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy menginformasikan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan pemulihan pasca bencana di Aceh, termasuk pembangunan rumah hunian hingga pencairan anggaran daerah yang telah disetujui Presiden RI Prabowo Subianto. Pada kesempatan tersebut, juga dibicarakan mengenai proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur umum yang berangsur pulih di Aceh.
Aceh merupakan salah satu daerah yang terdampak banjir di beberapa wilayah di Pulau Sumatra. Menurut situs resmi BNPB, 18 daerah di Aceh terdampak banjir dengan 85,9 ribu jiwa mengungsi. Selain itu, ada 562 jiwa yang dinyatakan meninggal dunia dan 29 jiwa masih hilang. Mualem menjelaskan bahwa status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Aceh diperpanjang untuk keempat kalinya selama 7 hari ke depan, dimulai sejak 23 hingga 29 Januari 2026, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat dan surat rekomendasi Mendagri.
Perpanjangan status tanggap darurat tersebut dilakukan karena penanganan darurat di beberapa wilayah terdampak, terutama Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Pidie Jaya belum selesai. Tujuannya adalah untuk memastikan pembersihan lingkungan, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan perbaikan akses masyarakat berjalan optimal, termasuk ke gampong-gampong terisolir. Mualem menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan pemulihan pasca bencana di Aceh berjalan efisien.












