Pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan resmi dimulai pada Rabu (14/1) pagi. Adapun 109 tiang tersebut akan dibongkar secara bertahap di sepanjang ruas jalan terkait. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso turut hadir dalam acara pembongkaran tersebut.
Sutiyoso menyatakan rasa lega karena tiang monorel yang mangkrak selama puluhan tahun di Jalan Rasuna Said akhirnya dibongkar. Pada tahun 2003, ketika masih menjabat gubernur, Sutiyoso melibatkan para pakar transportasi untuk menangani kemacetan di Jakarta. Ia juga melakukan studi banding ke Kolombia yang kemudian menginspirasinya untuk merancang jaringan transportasi terintegrasi di Jakarta.
Namun, proyek pembangunan monorel yang direncanakan pada tahun 2004 dengan calon investor dari China tidak berlanjut setelah Sutiyoso lengser pada tahun 2007. Hasilnya, monorel tersebut akhirnya mangkrak dan digantikan dengan LRT pada tahun 2014. Saat ini, pembongkaran tiang monorel bertujuan untuk merapihkan estetika kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari untuk menghindari penutupan jalan selama proses tersebut. Penataan kawasan yang ditargetkan selesai pada September 2026 diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp. 254 juta untuk pembongkaran dan Rp. 102 miliar untuk penataan kawasan secara keseluruhan.
Pramono juga menegaskan bahwa pengerjaan pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk menghindari gangguan lalu lintas. Meskipun PT Adhi Karya telah disurati sejak November lalu untuk membongkar tiang monorel, namun realisasi dari permintaan tersebut masih tertunda. Komunikasi terus dilakukan dengan PT Adhi Karya agar pembongkaran bisa segera diselesaikan.












