Kritik Sinta Wahid & Kardinal Suharyo Pada Wacana Pilkada di DPRD

Sejumlah tokoh senior yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengungkapkan isu-isu penting yang sedang dihadapi oleh Indonesia melalui pesan kebangsaan mereka pada awal 2026. Mereka, antara lain Sinta Nuriyah Wahid, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Ignatius Kardinal Suharyo, Romo Magnis Suseno, dan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, menyoroti tantangan serius yang meliputi demokrasi, hukum, politik, dan lingkungan.

Pada bidang demokrasi, GNB merujuk pada laporan Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2025 yang menilai kualitas demokrasi Indonesia dengan skor 6,30 dari skala 10. Indonesia disebut negara demokrasi cacat karena budaya politik yang kurang mendukung kebebasan sipil dan lemahnya fungsi negara. Mereka juga menyoroti wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai kegagalan partai politik dalam mewakili kepentingan publik.

Selain itu, GNB juga menyoroti kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam yang berlebihan. Dengan tutupan hutan yang terus menyusut, Indonesia mengalami bencana ekologis di berbagai wilayah. Harapannya, pemerintah dapat terus memperbaiki semua aspek tersebut pada tahun 2026 untuk menciptakan Indonesia yang aman bagi semua warga negara. Tujuannya adalah memperkuat fondasi demokrasi Pancasila dan integrasi bangsa berdasarkan nilai-nilai luhur, serta memastikan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Source link