Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengeluarkan asap putih setinggi 500 meter hingga 1.000 meter dari puncaknya pada Senin. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, membumbung sekitar 500-1.000 meter dari puncak gunung tersebut meskipun tertutup oleh kabut. Cuaca di sekitar Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur, dan suhu udara sekitar 21-22 derajat Celsius.
Selama enam jam terakhir, Gunung Semeru mengalami 44 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 64-147 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 52 detik, serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-30 mm, S-P 39 detik, dan lama gempa 51-284 detik. Dengan status Level IV atau Awas, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 20 kilometer dari puncak, serta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter untuk mengantisipasi potensi bahaya awan panas dan lahar.
Peningkatan kewaspadaan juga diperlukan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai di sekitar Gunung Semeru. Erupsi Gunung Semeru pada tanggal 24 November 2025 tercatat pada pukul 03.04 WIB, meskipun visual letusan tidak teramati. Namun, erupsi tersebut direkam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah Gunung Semeru karena potensi bahaya lontaran batu pijar masih ada.












