Tim SAR gabungan mempersempit pencarian 129 orang yang masih belum ditemukan setelah KM Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Laut Jawa. Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan sebagian korban diduga masih berada di dalam badan kapal yang hingga kini menjadi sasaran utama operasi.
Dalam konferensi pers pada Selasa (15/9) malam, Suntana menyebut 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 129 lainnya masih dalam pencarian.
Menurut Suntana, dugaan bahwa korban masih berada di kapal didasarkan pada data manifest yang diterima dari pelabuhan asal. Karena itu, tim SAR berupaya mempercepat proses pencarian dengan memusatkan perhatian pada bangkai KM Virgo Transport 8.
“Berdasarkan data manifest yang kami terima dari pelabuhan asal ada data penumpang-penumpang yang tadi dimaksudkan, makanya kita tim SAR ini ingin mempercepat pencarian bisa mengambil korban-korban yang masih diperkirakan masih berada di dalam kapal,” kata Suntana.
Pencarian difokuskan ke bangkai kapal
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan area sekitar lokasi bangkai kapal menjadi fokus operasi pencarian terbaru. Strategi itu dilakukan setelah pencarian sebelumnya mencakup radius yang lebih luas, tetapi belum menemukan korban.
“Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Karena kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas, namun sebaran dari korban-korban negatif, tidak ditemukan. Nah, kami akan lebih fokus kepada target yaitu badan kapal, KMP Virgo Transport 8,” ujar Putu.
Armada yang digunakan dalam operasi tersebut masih sama seperti hari sebelumnya. Salah satu unsur penting ialah KRI Canopus milik TNI Angkatan Laut, yang memiliki peralatan untuk mendukung pencarian di permukaan maupun bawah laut.
Kapal itu dilengkapi echosounder dan drone bawah laut. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu tim menemukan target pencarian, termasuk kemungkinan korban yang berada di dalam atau di sekitar badan kapal.
“Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih ya, canggih, kapal milik TNI Angkatan Laut yaitu KRI Canopus, di mana dilengkapi dengan echosounder, kemudian drone bawah laut ya. Nah ini berfungsi dan berguna untuk pencarian baik di permukaan maupun di bawah permukaan air,” tutur Putu.
Kronologi hilang kontak
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Berdasarkan data yang disampaikan, kapal membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga pencarian berlangsung, 114 orang telah ditemukan, enam di antaranya meninggal dunia, sementara keberadaan 129 orang lainnya masih diupayakan untuk diketahui.










