Dehidrasi, Penyebab Utama Batu Saluran Kemih

Kekurangan cairan menjadi faktor paling berpengaruh dalam pembentukan batu saluran kemih. Saat tubuh mengalami dehidrasi, urine menjadi lebih pekat sehingga mineral dan zat sisa di dalamnya lebih mudah mengendap, lalu membentuk batu.

Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro Teguh Risesa Djufri menjelaskan, penyakit ini dipengaruhi banyak faktor, antara lain genetik, dehidrasi, dan cuaca. Namun, ia menegaskan bahwa dehidrasi memegang peran utama.

“Kalau urine terlalu pekat karena tubuh kekurangan cairan, zat-zat tersebut akan lebih mudah mengendap dan lama-kelamaan membentuk batu,” kata Teguh dalam media gathering bertajuk Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih di Hotel 101 Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Juli 2026.

Mengurangi Minum Justru Memperbesar Risiko

Teguh meluruskan anggapan bahwa menahan buang air kecil merupakan penyebab langsung batu saluran kemih. Risiko justru meningkat ketika seseorang sengaja membatasi minum agar tidak perlu sering pergi ke toilet. Kebiasaan tersebut memicu dehidrasi dan membuat urine semakin pekat.

Menurut dia, pola itu cukup sering ditemukan pada pasien yang bekerja sebagai sopir. Banyak pengemudi mengurangi asupan cairan supaya tidak harus berhenti selama perjalanan. Fenomena serupa terlihat setelah musim mudik, ketika masyarakat menempuh perjalanan selama berjam-jam dan memilih minum lebih sedikit. Seusai periode tersebut, Teguh mengaku lebih banyak menemukan kasus batu saluran kemih.

Teh dan kopi tidak perlu dihindari karena bukan penyebab langsung terbentuknya batu. Meski demikian, kandungan kafein memiliki efek diuretik yang meningkatkan produksi urine. Jika konsumsi kedua minuman itu tidak disertai air putih yang cukup, tubuh dapat mengalami dehidrasi.

“Saya cukup sering menemui pasien yang gemar minum kopi, tetapi hampir tidak minum air putih. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko batu saluran kemih,” ujar Teguh.

Selain asupan cairan, konsumsi garam berlebihan turut memperbesar risiko. Teguh menyoroti tingginya kandungan garam pada berbagai makanan olahan, termasuk keju olahan yang dijual di Indonesia. Ia juga menilai masyarakat Indonesia terbiasa menyantap makanan yang lebih asin dibandingkan masyarakat di sejumlah negara lain.

Gejala pada Ibu Hamil Perlu Diwaspadai

Batu saluran kemih pada ibu hamil membutuhkan perhatian khusus karena rasa nyerinya dapat memicu kontraksi. Gejala yang paling sering muncul berupa nyeri pinggang yang menjalar ke perut. Dalam sejumlah literatur, menurut Teguh, intensitas nyeri tersebut disebut dapat sebanding dengan nyeri persalinan.

Ibu hamil yang mengalami nyeri pinggang disertai urine berdarah atau anyang-anyangan disarankan segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganannya umumnya tidak langsung melalui operasi, melainkan terapi konservatif untuk mengendalikan nyeri sambil memantau kondisi batu.

Mitos Penghancur Batu dan Risiko Kekambuhan

Teguh juga membantah klaim bahwa air kelapa, bir, ataupun obat herbal seperti kaca beling dan kumis kucing dapat menghancurkan batu saluran kemih. Bahan-bahan tersebut hanya memberikan efek diuretik atau meningkatkan produksi urine. Kondisi itu dapat membantu batu berukuran kecil keluar dengan sendirinya, tetapi bukan berarti batunya hancur.

Pemeriksaan tidak boleh ditunda apabila batu telah menyebabkan sumbatan. Teguh mengingatkan, sumbatan tersebut berisiko merusak fungsi ginjal secara permanen.

Kekambuhan batu saluran kemih juga tergolong tinggi. Angkanya sekitar 23 persen di luar negeri, sedangkan beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan tingkat kekambuhan dapat mencapai hampir 49 persen. Banyak pasien mulai disiplin minum air putih setelah sembuh, tetapi kembali pada kebiasaan lama ketika merasa sehat.

“Yang paling penting dalam menjaga kesehatan adalah pencegahan. Pencegahan jauh lebih baik dibandingkan mengobati penyakit ketika kondisinya sudah berat,” kata Teguh.

Source link