Anak Sering Ganti Minat? Psikolog: Bagian Penting dari Proses Tumbuh Kembang
Psikolog anak dan keluarga Ayoe Sutomo menegaskan bahwa orang tua tidak perlu khawatir jika anak sering berganti-ganti hobi atau minat. Menurut Ayoe, momen ini adalah bagian penting dari proses tumbuh kembang yang sehat dan tidak perlu didesak.
Masa Kanak-Kanak dan Proses Eksplorasi
Ayoe Sutomo menjelaskan bahwa masa kanak-kanak, terutama di bawah usia 10 tahun, merupakan periode pengenalan. Pada masa ini, anak seharusnya diberikan kesempatan untuk eksplorasi tanpa perlu fokus pada satu keahlian tertentu.
“Sebenarnya kalau kita berbicara mengenai bakat anak, itu memang tidak bisa diburu-buru. Karena sampai usia 10 tahun itu adalah waktunya bagi anak untuk eksplorasi. Belum waktunya mereka hanya fokus pada satu hal saja. Jangan terlalu terburu-buru,” ujar Ayoe dalam konferensi pers.
Melalui peran orang tua sebagai fasilitator, anak dapat diberikan akses pada berbagai kegiatan, diobservasi responsnya, didukung dalam minat yang muncul, serta diberikan apresiasi terhadap setiap usaha kecil yang dilakukan.
Eksplorasi Sebagai Proses Pengenalan Diri
Ayoe lebih menekankan pentingnya mengajak anak untuk menjelajahi minatnya sejak dini. Proses eksplorasi tidak hanya tentang menemukan bakat, tetapi juga membantu anak membangun karakter positif dan mengenali diri sendiri.
Penyanyi Sherina juga berbagi pengalaman bahwa dukungan dan kebebasan yang diberikan orang tua pada masa kecilnya memainkan peran penting dalam proses eksplorasi. Menurutnya, tekanan justru bisa mematikan minat anak sejak dini.
Proses eksplorasi dianggap sebagai rasa aman secara emosional bagi anak. Mereka akan lebih berani mencoba hal baru jika merasa didukung dan tidak dihakimi saat gagal.
Menurut Ayoe, penting bagi anak untuk menikmati masa bermain dan mencoba, karena dari situlah mereka belajar mengenal dunia, mengenali diri sendiri, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta tangguh secara sosial.












