Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Gajah Terpantau Aman
Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung berhasil dipadamkan. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah dipastikan tidak terdampak langsung.
Gajah dalam Keadaan Aman Tanpa Dampak
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribad menjelaskan kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak.
Dengan demikian, gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kejadian tersebut. Petugas tetap melanjutkan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal.
Kebakaran Berhasil Dipadamkan oleh Tim Gabungan
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyebutkan bahwa Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Titik api yang sebelumnya sulit dijangkau karena kondisi medan dan hembusan angin kencang berhasil dipadamkan setelah sekitar 200 personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Pemadaman dilakukan sejak pukul 16.00 WIB hingga titik api dinyatakan padam sekitar pukul 19.30 WIB pada Sabtu (22/8).
Keberhasilan pemadaman tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Sebelumnya, kebakaran terjadi sejak Jumat (21/8) di wilayah Resor Kuala Penet dengan area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare. Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan dari berbagai instansi terkait.
Setelah pemadaman, personel gabungan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul. Langkah ini penting mengingat karakteristik lahan gambut yang memerlukan kewaspadaan untuk mencegah potensi kebakaran berulang. (tim/dal)












