Berita  

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Challenge Hafalan Qur’an






Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Tukar Minuman Keras

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Tukar Minuman Keras

Jakarta, CNN Indonesia — Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan terkait tantangan hafalan Al-Qur’an untuk ditukar dengan minuman keras (miras) di The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Empat Orang Tersangka dalam Kasus Kontroversial

Berdasarkan keterangan dari Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial RES, AK, I, dan M.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Menurut penyidikan sementara, tersangka RES yang bertugas sebagai pembawa acara diduga terlibat dalam interaksi di depan booth tersebut. Sementara tersangka I dan AK diduga memberikan tantangan kepada pengunjung untuk melafalkan Surat Al-Ikhlas dan Surat Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.

Penanganan Hukum Terhadap Tersangka

Tersangka M kemudian tampil dan melafalkan Surat Ad-Dhuha melalui pengeras suara. Keempat tersangka sudah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa lima pelapor dan sejumlah saksi terkait kasus tersebut, termasuk pihak pengelola kawasan dan penyelenggaraan acara.

Penyelenggara Acara dan Permintaan Maaf

Penyelenggara acara The Sounds Project mengutuk tindakan tersebut dan menegaskan bahwa perilaku seperti itu tidak akan pernah dibiarkan dalam acara mereka.

Acara promosi miras dengan embel-embel tantangan hafalan Al-Qur’an membuat acara itu viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan booth produk miras yang menggelar tantangan hafalan surah Al-Qur’an Ad-Duha dengan imbalan miras.

Pemandu acara dari booth Newport juga telah meminta maaf secara terbuka atas insiden tersebut yang disebut sebagai aksi spontan audiens dan bukan bagian dari rencana yang disusun oleh Newport.

Direktur Newport, Handoko Sasongko, menyatakan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan bagian dari program atau konsep promosi yang direncanakan.

Sumber: CNN Indonesia


Source link