DKI Kurang Mampu Renovasi 22 Sekolah Akibat Pemotongan DBH

Gubernur DKI Jakarta Mengungkap Kendala Renovasi Sekolah Akibat Pemotongan Dana

Jakarta, CNN Indonesia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap bahwa pihaknya tidak mampu merenovasi total 22 sekolah pada tahun ini akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran. Hanya 7 sekolah yang dapat dianggarkan untuk renovasi. Hal ini disampaikan setelah Pramono meninjau SD Negeri Kebayoran Lama 09, Jumat sore.

Prioritas 4 Sekolah yang Sudah Memperhatinkan

Pemprov DKI Jakarta memutuskan menambah 4 sekolah yang diprioritaskan untuk segera dibangun karena kondisinya dinilai sudah sangat memprihatinkan. Keempat sekolah tersebut adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan total anggaran mencapai sekitar Rp249 miliar.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan 4 sekolah tersebut berasal dari gabungan dana KLB dan APBD Perubahan. Hal ini dilakukan agar pembangunan dapat segera dilaksanakan tanpa harus menunggu anggaran APBD tahun depan.

Rencana Pembangunan Sekolah di Tahun 2027

Sementara untuk sekolah yang belum dapat ditangani pada tahun ini, Pramono memastikan bahwa akan menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2027. Dengan adanya penambahan anggaran dan efisiensi keuangan, diharapkan lebih banyak sekolah dapat direnovasi pada tahun-tahun mendatang.

Source link