Usulan Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda
Diskusi serius mengenai wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda terus berlanjut setelah disetujui oleh semua fraksi di DPRD Jawa Barat. Usulan ini diinisiasi oleh sejumlah tokoh Sunda, budayawan, dan akademisi, termasuk Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Ganjar Kurnia.
Gagasan Perubahan Nama Menjadi Tatar Sunda
Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Ganjar, tujuan dari usulan perubahan nama ini adalah untuk menciptakan identitas wilayah yang lebih kuat. Nama Provinsi Sunda akan mencerminkan akar kebumian, sejarah, keberagaman budaya, dan memori kolektif panjang yang dimiliki oleh wilayah ini.
Ia juga menekankan bahwa Provinsi Sunda bukan hanya identik dengan orang Sunda secara biologis, melainkan sebagai ruang hidup bagi siapa pun yang tinggal, bekerja, dan berkarya di wilayah tersebut. Penamaan ‘Sunda’ memiliki makna kewilayahan yang melampaui batas-batas administratif, berbeda dengan nama ‘Jawa Barat’ yang hanya merujuk pada lokasi geografis semata.
Penekanan Identitas Kewilayahan Melalui Nama Sunda
Melalui penamaan Provinsi Sunda, masyarakat diharapkan bisa lebih terhubung dengan sejarah panjang dari wilayah tempat tinggal mereka. Penggunaan nama ini juga bertujuan untuk menyatukan beragam identitas budaya yang ada di Jawa Barat, meskipun beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa nama baru ini mungkin tidak mewakili seluruh keberagaman budaya di wilayah tersebut.
Proses perubahan nama ini masih dalam tahap diskusi dan konsultasi publik di DPRD Jawa Barat, sehingga pihak terkait berharap dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menyusun dan merumuskan usulan ini sebelum mengambil keputusan akhir.












