Kebakaran TPA Jatiwaringin Terus Meluas di Tangerang
Tangerang, CNN Indonesia — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan luas area yang terdampak kebakaran kini telah mencapai sekitar 15 hektare. Pantauan CNN Indonesia di lokasi pada Rabu (1/7), api masih berkobar di sejumlah titik dengan kepulan asap pekat disertai bau menyengat. Puluhan personel pemadam kebakaran terus berupaya menjinakkan api agar tidak merambat ke area lain. Selain mengerahkan personel, petugas juga mengoperasikan alat berat berupa ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah sehingga titik-titik api yang berada di dalam timbunan lebih mudah dijangkau.
Upaya Penanganan Kebakaran
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, luas area yang terbakar terus bertambah akibat kondisi cuaca panas dan embusan angin yang cukup kencang sehingga mempercepat penyebaran api. Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT yang masing-masing mampu membawa hingga 4.000 liter air. Pemadaman melalui jalur udara dinilai lebih efektif karena sebagian titik api berada di timbunan sampah yang sulit dijangkau petugas dari darat.
Warga Terdampak ISPA
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin. Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan merupakan balita, ibu hamil, serta kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Untuk menangani warga terdampak, Dinkes telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 25 tenaga medis juga diterjunkan dan disiagakan selama 25 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk warga yang mengungsi.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinkes, dampak asap kebakaran hingga kini paling banyak dirasakan warga di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri. Meski demikian, Dinkes telah menginstruksikan seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi perubahan arah angin yang berpotensi memperluas sebaran asap.
Rujukan: CNN Indonesia












