Berita  

Dudung Reduksi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Menjadi 1,5 Bulan

Dudung: Durasi Pelatihan Calon Manajer Koperasi Desa Dipersingkat

Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa durasi pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia pada program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih telah dipersingkat. Program yang awalnya berlangsung selama dua bulan kini hanya berlangsung selama satu setengah bulan. Hal ini dikemukakan Dudung setelah menghadiri takziah di rumah duka keluarga peserta SPPI yang meninggal dunia.

Program Pelatihan yang Difokuskan pada Manajemen Perkoperasian

Dudung menjelaskan bahwa saat ini pelatihan lebih difokuskan pada manajemen perkoperasian. Pasalnya, para peserta adalah calon-calon manajer di masa depan. Hal ini menjadi fokus utama dalam pengembangan program pelatihan tersebut. Dudung juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu peserta, M Rifki Renaldi, dalam pelatihan tersebut. Bersama dengan jajaran pemerintah dan TNI, Dudung memberikan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian.

Setelah berdialog di rumah duka, Dudung dan rombongan langsung melakukan ziarah ke makam almarhum. Proses ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir dan doa untuk almarhum. Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) belakangan menuai sorotan imbas dari lima peserta yang meninggal dunia selama proses pelatihan di satuan pendidikan TNI.

Evaluasi Program Latihan Kemiliteran untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Kelima peserta meninggal dunia karena berbagai kondisi kesehatan yang berbeda-beda, mulai dari terkena heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung. Berdasarkan hal tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program latsarmil untuk calon manajer Koperasi Merah Putih. Upaya terbaru dilakukan dengan penghapusan materi pelatihan menembak dalam program latsarmil ini.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebutkan bahwa kegiatan fisik dan pelatihan yang terkait dengan latihan kemiliteran akan dikurangi sebagai bagian dari langkah preventif. Semua langkah tersebut diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan peserta selama menjalani program pelatihan. Semoga dengan langkah-langkah yang diambil, kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Source link