Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, melalui Istana angkat suara terkait nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, Raffi Ahmad, yang terseret dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Prasetyo Hadi menekankan pentingnya fokus pada pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak dari kondisi ekonomi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Raffi Ahmad Bantah Tuduhan
Raffi Ahmad sendiri membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi importasi dan menyebutnya sebagai hal yang biasa baginya meskipun tidak pernah terlibat sebelumnya. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar dan ia tidak terlibat dalam transaksi terkait pengiriman barang elektronik ke Indonesia.
Kronologi Kasus
Nama Raffi Ahmad pertama kali muncul dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Jakarta Pusat dalam kasus yang melibatkan Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field. Dalam persidangan tersebut, terungkap bahwa Raffi Ahmad disebut terlibat terkait permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari Amerika Serikat ke Indonesia.
Raffi Ahmad kemudian memutuskan untuk mengambil langkah hukum dengan menggandeng pengacara terkait penyebaran berita yang menyeret namanya dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Melalui media sosial, Raffi Ahmad bersama pengacaranya memberikan peringatan terhadap pihak yang menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Source link











