Jakarta – SMAN 1 Pontinak memutuskan untuk tidak mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar antar SMA tingkat Kalimantan Barat setelah polemik penjurian viral yang melibatkan dewan juri dari kesekretariatan MPR RI. Meski demikian, pihak SMAN 1 Pontianak tetap menghormati hasil lomba dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalbar di tingkat nasional.
SMAN 1 Pontianak Menegaskan Sikapnya
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, dalam keterangannya menyatakan bahwa sekolah tersebut menghormati keputusan lomba dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas. Meskipun demikian, SMAN 1 Pontianak tidak akan terlibat jika lomba LCC tingkat Kalimantan Barat diulang tahun ini. Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk mendapatkan klarifikasi terkait proses penilaian dalam lomba.
Protes untuk Mendapatkan Klarifikasi
Protes yang diajukan oleh peserta SMAN 1 Pontianak bertujuan untuk memastikan kejelasan terkait penilaian juri dalam lomba yang telah berlangsung. SMAN 1 Pontianak tidak memiliki niat untuk membatalkan hasil lomba, namun hanya ingin memperoleh kejelasan terkait poin-poin yang dipersoalkan.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan untuk merusak reputasi lembaga atau individu tertentu. Mereka berharap agar seluruh pihak dapat menjaga iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua peserta didik.
Keputusan Lomba Akan Diulang
Polemik dalam Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar mulai viral setelah video penilaian juri terhadap peserta SMAN 1 Pontianak menimbulkan kontroversi. MPR RI kemudian memutuskan untuk mengulang final lomba cerdas cermat antar SMA di tingkat Kalimantan Barat. Juri dalam final ulang akan dipilih secara independen di luar Sekretariat Jenderal MPR.
Meskipun belum diungkapkan kapan pelaksanaan lomba tersebut, MPR RI memastikan bahwa hal tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Kejadian viral ini mengharuskan MPR RI untuk meminta maaf dan melakukan evaluasi terhadap kinerja dewan juri serta sistem lomba yang ada.












