Barantin Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka dari Thailand di Bandara Soekarno-Hatta
Tangerang, CNN Indonesia — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa langka dari Thailand di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pelaku penyelundupan adalah seorang penumpang WNI berinisial HA.
Satwa Langka Diselundupkan dalam Kaus Kaki dan Legging
Satwa-satwa langka tersebut berupa kadal dan monyet kecil yang disembunyikan di dalam kaus kaki dan legging yang dikenakan oleh penumpang. Dalam pemeriksaan, ditemukan tiga ekor marmoset, empat ekor kadal panama, dua ekor bearded dragon, dan satu ekor kadal uromastyx.
Upaya Pelaku untuk Hindari Pemeriksaan Petugas
Kepala Karantina Banten, Duma Sari, mengungkapkan bahwa penyelundupan satwa ini dilakukan dengan cara menyembunyikan satwa-satwa tersebut untuk menghindari pemeriksaan petugas. Hal ini memberikan risiko besar terhadap keselamatan hewan dan aspek kesehatan serta keamanan, karena dapat membawa hama dan penyakit hewan ke dalam negara.
Duma menyatakan bahwa seluruh satwa yang diselundupkan telah diamankan di Instalasi Karantina Hewan untuk menjalani observasi, pemeriksaan kesehatan, dan tindakan karantina lanjutan. Pelaku kasus ini akan dijerat dengan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Pelanggaran tersebut dapat mengakibatkan sanksi pidana berupa penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar. Barantin terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan media pembawa untuk mencegah masuknya penyakit hewan dan perdagangan satwa ilegal ke Indonesia.
Dengan keberhasilan ini, diharapkan tindakan penyelundupan satwa langka dapat dicegah lebih lanjut dan kesadaran akan pentingnya melindungi satwa liar semakin meningkat di masyarakat. Waspada terhadap upaya penyelundupan harus terus dijaga untuk menjaga keberlanjutan kehidupan satwa dan keberagaman hayati Indonesia.










