Berita  

Kritik Pengamanan Ketat di UNM saat Hardiknas Makassar: Tantangan Mahasiswa

Mahasiswa UNM Kritik Pengamanan Ketat saat Hardiknas di Makassar

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengkritisi pengamanan super ketat dari pihak kepolisian di sekitar area kampus saat perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5). Mereka menuntut pihak kepolisian untuk segera meninggalkan area sekitar kampus tersebut.

Pengamanan di Kampus UNM Dinilai Berlebihan

Pantauan di depan kampus UNM menunjukkan sejumlah petugas kepolisian, baik dalam pakaian preman maupun seragam lengkap dengan senjata pelontar gas air mata, tengah melakukan pengamanan di sekitar kampus. Mahasiswa menyoroti pengamanan pihak kepolisian yang dianggap berlebihan dan mengganggu kondisi psikologis mereka yang sedang berkegiatan di dalam kampus.

Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan bahwa kampus adalah tempat untuk berkreasi dan mengeluarkan ide-ide kritis terhadap kebijakan pemerintah. Mereka menekankan bahwa pengamanan yang berlebihan justru mengintimidasi mahasiswa yang hendak berunjuk rasa secara damai. Maka dari itu, mereka mendesak agar petugas kepolisian segera meninggalkan lokasi sekitar kampus UNM.

Tanggapan dari Kapolrestabes dan Plt Rektor UNM

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa kendaraan dan personel ditempatkan di sekitar kampus UNM karena pertimbangan akses jalan yang lebih besar. Menurutnya, penjagaan ketat diperlukan untuk mengantisipasi kemacetan dan hal-hal yang tidak diinginkan selama perayaan Hardiknas.

Sementara itu, Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Meskipun demikian, mahasiswa tetap menegaskan bahwa kampus harus menjadi tempat yang aman dan bebas dari intimidasi serta pengamanan yang berlebihan.

Source link