Konflik yang semakin memanas di Timur Tengah telah memengaruhi pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia. Beberapa maskapai penerbangan terpaksa mengubah rute dan menunda jadwal penerbangan ke dan dari Arab Saudi karena alasan keamanan. Hal ini menimbulkan ketidakpastian terkait jadwal bagi puluhan ribu jemaah, baik yang saat ini berada di tanah suci maupun yang masih menunggu keberangkatan di Indonesia.
Data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) menunjukkan bahwa ada sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memantau dengan ketat keberadaan puluhan ribu jemaah ini. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, telah mengkonfirmasi bahwa pemerintah terus memantau situasi regional tersebut.
Pemerintah juga meminta jemaah umrah untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi dan terkini. Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta perwakilan di Arab Saudi untuk memastikan keamanan.
Keluarga jemaah di Indonesia juga diminta untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Setiap perkembangan terkait jadwal kepulangan atau penyesuaian keberangkatan akan disampaikan melalui saluran resmi PPIU atau biro travel masing-masing. Meskipun situasi penerbangan mengalami dinamika akibat konflik di Timur Tengah, kondisi jemaah umrah di Arab Saudi saat ini dilaporkan masih kondusif.












