Kesaksian Kuncar Saat Pembongkaran Rumah Radio Bung Tomo

Pembongkaran Cagar Budaya Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar No 10, Tegalsari, Surabaya, kembali menarik perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan prihatin terhadap keberlangsungan situs-situs bersejarah yang dibongkar. Bangunan ini merupakan tempat bersejarah di mana pejuang Sutomo atau Bung Tomo menyiaran semangat perlawanan Arek-arek Suroboyo terhadap sekutu selama Pertempuran Surabaya November 1945. Namun, saat ini bangunan tersebut telah dirobohkan dan digantikan oleh rumah megah yang mewah.

Kuncarsono Prasetyo, seorang pemerhati sejarah dari Begandring Soerabaia, menjadi saksi kunci pembongkaran bangunan cagar budaya tersebut pada Mei 2016. Walaupun mereka telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya dan bahkan melakukan gugatan hukum, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil. Bangunan ini sebelumnya dikenal sebagai “Rumah Tinggal Pak Amin” yang ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1996. Bangunan ini memiliki sejarah sebagai tempat Tempat Kedudukan Radio Barisan Pemberontakan Republik Indonesia atau RBPRI Bung Tomo.

Meskipun rumah ini pernah digunakan oleh Bung Tomo untuk siaran radio, namun radio tersebut bersifat mobile atau berpindah-pindah untuk menghindari razia pasukan sekutu. Saat ini, jejak Rumah Radio Bung Tomo sudah tidak tersisa di lokasi tersebut dan telah digantikan oleh bangunan rumah mewah. Meskipun sudah terlanjur dirobohkan, Kuncar menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota Surabaya menjaga regulasi pelestarian bangunan cagar budaya agar tidak kehilangan bangunan bersejarah.

Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kurangnya penghormatan terhadap situs-situs bersejarah, seperti Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan menghormati sejarah bangsa, serta menekankan perlunya pemikiran lebih serius terhadap pelestarian situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Source link