Jawa Tengah dikenal sebagai “kandang banteng” karena dominasi PDI Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan gubernur dan legislatif di wilayah tersebut. Sejak 2008, PDIP terus menguasai daerah ini dengan berhasil memenangkan pemilu dan meraih suara tertinggi. Contohnya pada 2018, pasangan Ganjar-Taj Yasin dari PDIP berhasil keluar sebagai pemenang dengan meraih suara mayoritas.
Namun, pada Pilkada Jawa Tengah 2024, kader PDIP pertama kali mengalami kekalahan saat pasangan Andika-Hendar kalah dari Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Meskipun demikian, PDIP tetap mendominasi pemilu legislatif di Jawa Tengah dengan meraih suara terbanyak.
Di sisi lain, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengalami peningkatan signifikan di Jawa Tengah, mulai menargetkan 17 kursi DPRD Provinsi pada Pemilu 2029. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menyatakan komitmen partainya untuk lebih hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah. Sementara PDIP fokus pada pembenahan dan konsolidasi internal partai dalam menghadapi Pemilu yang akan datang. Semua ini menunjukkan dinamika politik yang tengah berlangsung di Jawa Tengah.












