Polri telah menyiapkan pembangunan hunian sementara, atau huntara, di tiga lokasi yang terkena dampak bencana di Sumatra Barat. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pembangunan huntara ini dilakukan dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Tiga lokasi prioritas telah ditentukan untuk pembangunan ratusan unit huntara, yang rencananya akan dimulai pada bulan Januari mendatang.
Menurut Dedi, kehadiran Polri di wilayah yang terdampak banjir tidak hanya bertujuan untuk memulihkan infrastruktur, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, Polri telah membangun sekitar 150 titik sumur bor dari target total 300 titik. Sumur bor tersebut diprioritaskan untuk lokasi pengungsian, permukiman warga, fasilitas kesehatan, dan tempat ibadah.
Polri juga telah mendistribusikan bantuan sembako dengan total berat mencapai sekitar 30 ton. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, menjelang bulan Ramadan, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan relawan melaksanakan kerja bakti membersihkan tempat ibadah yang terdampak banjir.
BNPB sebelumnya mencatat adanya kenaikan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.138 jiwa per Sabtu lalu. Dalam laporan BNPB, terdapat satu korban tambahan dari hari sebelumnya. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan doa dan simpati kepada keluarga korban dalam jumpa pers di kanal YouTube BNPB. Semua upaya terus dilakukan untuk mendukung dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.












