Pemerintah Pusat dan daerah mengimbau masyarakat Indonesia untuk merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan kesederhanaan dan fokus pada doa bersama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana hidrometeorologi di Sumatera yang masih dalam kondisi tanggap darurat hingga akhir tahun 2025. Beberapa wilayah di Sumatera, seperti Bener Meriah dan Aceh Utara, masih kesulitan diakses oleh logistik darat sehingga status tanggap darurat bencana diperpanjang oleh pemerintah daerah setempat. Di tengah persiapan akhir tahun, TNI/Polri dan relawan BNPB masih berupaya keras untuk memulihkan infrastruktur dasar dan menyalurkan bantuan kepada sekitar 2 juta rumah yang terdampak. Momentum perayaan akhir tahun diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kepedulian, bukan sebagai pesta meriah semata. Imbauan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana juga didukung oleh berbagai kepala daerah dan lembaga penegak hukum sebagai upaya memperkuat semangat empati nasional.
Pemerintah Ajak Warga Rayakan Natal & Tahun Baru 2026 dengan Sederhana
Read Also
Recommendation for You

Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah tegas untuk mengembalikan aset negara senilai triliunan rupiah dari…

Ikatan Wartawan Online (IWO) menunjukkan solidaritas internalnya dengan menyalurkan bantuan tahap kedua kepada anggota yang…

Kasus hukum Laras Faizati Khairunnisa, staf di ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), mendapat sorotan setelah Jaksa…

Media Portal Group (MPG) menutup tahun 2025 dengan kegiatan refleksi akhir tahun yang berbeda, yaitu…

Banjir bandang akibat curah hujan ekstrem telah melanda enam kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada…







