Solusi Pengiriman Melalui Sungai untuk Desa Terisolir di Aceh Tamiang

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sedang memaksimalkan penggunaan jalur sungai sebagai jalur alternatif utama untuk mengirimkan logistik ke desa-desa yang terisolir setelah terkena banjir dan tanah longsor. Beberapa ruas jalan rusak akibat bencana ekologis membuat jalur darat sulit dilewati, sehingga kendaraan berat yang membawa bantuan juga kesulitan melintas. Bupati Armia Fahmi menyatakan bahwa memanfaatkan jalur sungai merupakan solusi cepat untuk memastikan distribusi bantuan tetap berjalan sampai ke wilayah yang tidak bisa diakses melalui darat.

Pihak pemerintah juga sedang melakukan pemulihan infrastruktur jalan dan berfokus untuk membuka kembali akses ke desa-desa yang terisolir. Upaya pembersihan lumpur dilakukan di Ibu Kota Kuala Simpang untuk memastikan fasilitas publik dan aktivitas masyarakat kembali normal. Selain itu, distribusi bantuan juga mencakup obat-obatan, dengan fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, balita, dan lansia.

Update terbaru pada posko tanggap darurat bencana di Aceh Tamiang mencatat jumlah pengungsi sebanyak 150.484 orang yang tersebar di 475 titik pengungsian, sementara korban meninggal dunia mencapai 88 jiwa. Semua upaya sedang dilakukan untuk memastikan bantuan logistik dan kemanusiaan mencapai mereka yang sangat membutuhkan.

Source link