Petrus Ridanto Busono Raharjo (48) atau lebih dikenal dengan Danto merupakan sosok yang dianggap sebagai dalang di balik keberadaan greenhouse ganja di Desa Mojongapit, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Danto mengungkapkan bahwa selain sebagai peneliti, ia juga seorang penulis buku yang memperbincangkan tentang ganja. Rumah kontrakan Danto di Jalan Pakubuwono, Mojongapit, Jombang, telah diubahnya menjadi tempat budidaya ratusan tanaman ganja. Ia juga berharap untuk melihat adanya perubahan dalam sistem hukum terkait narkotika di Indonesia yang menurutnya perlu menjadi lebih rasional.
Danto mengaku bahwa kasus ganja bukanlah hal yang baru baginya, karena ia sudah beberapa kali menghadapi persoalan hukum terkait ganja di berbagai daerah. Mulai dari Yogyakarta hingga Bali, dan kini di Jombang. Ketertarikannya dalam penelitian tentang ganja berawal dari ilmu pengetahuan dan inspirasi yang ia dapatkan dari naskah-naskah kuno Nusantara. Meskipun ia menyadari aturan hukum dan ancaman pidana terkait ganja, Danto tetap memiliki harapan untuk melihat adanya perubahan kebijakan terutama dalam hal narkotika jenis ganja di Indonesia.
Terkait dengan kasus pendanaan greenhouse ganja di Mojongapit, Danto mengakui bahwa sebagian pendanaan dilakukan atas permintaan dari tersangka lain yang bernama Rama. Kasus ini berawal dari penangkapan Yulius di Desa Cukir, Diwek, Jombang, yang kemudian berujung pada penggerebekan rumah kontrakan di Desa Mojongapit, Jombang. Polisi menggerebek rumah tersebut dan menangkap Rama serta menyita sejumlah barang bukti berupa tanaman ganja, peralatan untuk greenhouse ganja, dan beberapa barang terkait lainnya.
Sat Narkoba Polres Jombang juga berhasil menangkap sepasang suami istri yang diduga menjadi otak dan pemodal dalam budidaya ganja ini. Mereka adalah Petrus Ridanto Busono Raharjo alias Danto dan istrinya, IDS. Keduanya ditangkap di rumah kontrakan di Desa Candimulyo, Kabupaten Jombang. Danto secara pribadi berharap agar Indonesia memiliki sistem hukum terkait narkotika yang lebih rasional dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya Nusantara.












