Pemkot Tangsel telah memulai proses angkutan sampah yang menumpuk di Kota Tangerang Selatan secara bertahap. Awalnya, lokasi sampah pertama yang dibersihkan terletak di depan Pasar Cimanggis, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Ciputat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, mengatakan bahwa proses ini melibatkan 27 armada baru untuk mengangkut 54 unit bak penampungan. Armada tersebut mencakup tujuh wilayah kecamatan se-Kota Tangsel. Dalam keterangan resminya, Asep Nurdin menekankan pentingnya mempertimbangkan kapasitas armada dan tempat pembuangan sementara. Langkah ini juga sejalan dengan upaya penataan yang sedang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Pemkot Tangsel akan terus melakukan langkah-langkah perbaikan dan penataan sistem pengelolaan sampah di masa mendatang. Salah satunya adalah dengan mengedepankan edukasi dan sosialisasi mengenai pilah sampah, TPS3R, dan Bank Sampah. Asep juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam upaya pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga dengan memilah sampah organik dan anorganik. Dengan kerjasama dari masyarakat, diharapkan keberadaan sistem pengelolaan sampah yang tertata baik akan memperkuat kondisi kebersihan kota.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, juga memastikan bahwa perbaikan di TPA Cipeucang sedang berlangsung dengan target selesai pada akhir Desember. Benyamin mengakui keterbatasan daya tampung TPA Cipeucang dan memperkirakan bahwa TPA hanya akan mampu menampung sampah untuk beberapa bulan ke depan. Untuk jangka panjang, salah satu solusi yang dibangun adalah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik PSEL. Dengan demikian, diharapkan masalah tumpukan sampah di wilayah Tangsel dapat tertangani dengan baik dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dapat diterapkan di masa depan.












