Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta pertimbangan laporan korban hilang di lapangan. Operasi SAR disesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di masing-masing daerah. Perpanjangan SAR merupakan upaya pemerintah untuk memastikan semua laporan korban hilang ditindaklanjuti dengan serius dan tepat.
Meskipun ada beberapa daerah yang sudah tidak memiliki laporan korban hilang, tim Basarnas tetap berjaga-jaga karena masih ada kemungkinan korban ditemukan di wilayah lain yang berdekatan. SAR di Sumatra Utara akan dilanjutkan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, sementara di Sumatra Barat akan diteruskan di empat wilayah, dan di Aceh akan dilanjutkan di enam kabupaten. Korban yang ditemukan di wilayah berbeda akan diidentifikasi dengan seksama untuk memastikan kesesuaian data. Langkah ini penting untuk menjaga keakuratan data nasional dan mencegah duplikasi pencatatan.
Selama operasi pencarian, tim SAR berhasil menemukan sejumlah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Proses identifikasi korban meninggal di lapangan terus berlangsung dinamis dan hasil verifikasi ulang dilakukan oleh pemerintah daerah. Semua temuan korban meninggal terus didata dengan cermat, dan pada Minggu, jumlah total korban meninggal dunia di tiga provinsi meningkat. Upaya pencarian dan identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keakuratan data korban bencana di Sumatra.












