Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mengumumkan kebutuhan akan 525 unit hunian sementara bagi korban terdampak bencana yang melanda sejak akhir November. Banjir telah menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga di tujuh kecamatan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, menjelaskan bahwa kebutuhan 525 unit hunian sementara ini sesuai dengan hasil pendataan di 16 kecamatan.
Lasmono juga merinci bahwa korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan membutuhkan 281 unit hunian, sementara di Kecamatan Ampek Koto dan Kecamatan Malalak masing-masing membutuhkan 46 dan 51 unit hunian sementara. Selain itu, korban dari kecamatan lainnya juga memerlukan hunian sementara sesuai dengan tingkat kerusakan pada rumah mereka.
Bencana hidrometeorologi di Agam telah menelan korban jiwa sebanyak 192 orang. Saat ini, ada tujuh warga yang masih dirawat dan 54 orang terdampak atau terisolasi. Sementara itu, 72 orang belum ditemukan, tersebar di beberapa kecamatan di Agam.
Selain infrastruktur perumahan yang rusak, fasilitas lainnya seperti tempat ibadah, jembatan, jalan raya, dan fasilitas pendidikan juga turut terdampak. Untuk membantu korban, 525 unit hunian sementara yang akan dibangun diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak bagi korban yang rumahnya rusak berat atau tidak layak dihuni.












