Kenapa {Apalagi Sekelas Pak SBY, Ndaklah} Layak Mendapat Perhatian?

Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa tidak pernah menyebutkan partai tertentu terkait dengan tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya dalam beberapa bulan terakhir. Ketika ditanya mengenai isu ‘partai biru’ yang dihubungkan dengan Partai Demokrat sebagai otak di balik kasus ijazah palsu yang menimpa dirinya, Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa tidak pernah membicarakan masalah warna atau partai tertentu. Meskipun mengakui adanya tokoh besar yang terlibat dalam isu tersebut, ia menekankan bahwa tidak ada kaitannya dengan warna atau partai politik tertentu.

Presiden Jokowi percaya bahwa Presiden Keenam RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, tidak akan terpengaruh oleh isu tersebut karena dianggap sebagai negarawan yang baik. Meskipun telah menyebut adanya tokoh besar yang terlibat dalam isu ijazah palsu dan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jokowi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas tokoh tersebut. Beberapa relawan, termasuk Silfester Matutina, mengaitkan dalang isu tersebut dengan ‘partai biru’ yang diyakini tidak bisa menerima kekalahan dalam Pemilu Presiden 2024. Namun, Partai Demokrat menyangkal tuduhan tersebut sebagai upaya fitnah dan insinuatif untuk menjatuhkan nama baik partai.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Putra Mahendra, menegaskan bahwa tuduhan mengenai ‘partai biru’ sebagai otak di balik isu ijazah palsu Jokowi adalah fitnah yang tidak berdasar. Dia juga menyatakan bahwa Roy Suryo, yang kerap mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat sejak 2019. Herzaky menekankan bahwa hubungan antara keluarga SBY dan Jokowi saat ini baik dan saling menghormati, serta anggota keluarga Jokowi juga sering hadir dalam acara Partai Demokrat.

Source link