Berita  

Gubernur Sumut Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk 200 Dapur MBG di 2025

Pemprov Sumatera Utara terus mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Gubernur Sumut, Bobby Nasution, telah mengajak semua pihak terkait untuk memperkuat kolaborasi guna mendukung target yang telah ditetapkan. Bobby menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan ke dapur SPPG Desa Cempedak Lobang, Seirampah, Serdangbedagai. Saat ini, terdapat 77 dapur SPPG yang sudah beroperasi di Sumatera Utara, dengan target 200 unit dapur akan dibangun hingga akhir 2025 dari total 1.700 dapur yang dibutuhkan di seluruh wilayah provinsi.

Menurut Bobby, pendirian SPPG di Sumut berjalan dengan cepat dan lancar, namun diperlukan kerja sama dari semua pihak terutama Forkopimda untuk menjaga kemajuan ini. Selain memberikan asupan gizi kepada anak-anak, program MBG juga dianggap dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja. Bobby menegaskan bahwa program ini menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menambahkan bahwa program MBG telah direncanakan dengan matang dan didukung oleh dasar akademik yang kuat. Ia juga menyoroti keterlambatan Indonesia dalam menerapkan program tersebut dibanding negara-negara lain. Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan, memproyeksikan bahwa program MBG akan memberikan dampak ekonomi positif bagi Sumatera Utara sebesar Rp17 triliun, dengan setiap dapur SPPG mampu melayani sekitar 3.000 anak.

Sebelum meninjau dapur SPPG, rombongan juga meninjau pemberian MBG di SMA Negeri 1 Seirampah, Serdangbedagai, yang sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Para siswa merespons program tersebut dengan antusiasme, menyatakan bahwa program MBG sangat membantu dalam mengurangi beban pengeluaran orang tua dan menyampaikan apresiasi atas menu yang enak dan layak. Tampaknya, program ini tidak hanya memberikan manfaat gizi tetapi juga mempengaruhi ekonomi daerah secara positif.

Source link