Berita  

Puslabfor: Tanpa Bercak Darah-Sperma di TKP Kematian Arya Daru

Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri tidak menemukan bercak darah, sperma, atau material biologi lain di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Arya Daru Pangayunan atau ADP (39). Perwakilan dari Tim Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofik, menjelaskan hasil pemeriksaan TKP tidak mengindikasikan keberadaan material biologi dari orang lain, seperti bercak darah atau sperma. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Puslabfor menerima 13 barang bukti dari penyidik Polda Metro Jaya, di mana satu di antaranya menarik perhatian yaitu sisa lakban di bonggol yang mengandung DNA dari ADP.

Hasil investigasi polisi menyatakan bahwa penyebab kematian Arya Daru cenderung pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain atau bunuh diri. Selama konferensi pers, polisi juga mengungkap riwayat Arya Daru yang menunjukkan keinginan untuk bunuh diri, seperti dari aktivitas handphone yang terakhir digunakan pada September 2022. Ahli Digital Forensik Polri, Ipda Saji Purwanto, mengungkapkan bahwa terdapat bukti pengiriman e-mail yang menunjukkan niatan bunuh diri dari Arya Daru pada tahun 2013 dan 2021.

Digital Forensik juga memeriksa 20 titik rekaman CCTV yang tidak menunjukkan adanya kekerasan terhadap Arya Daru. Pemeriksaan dilakukan dengan standarisasi internasional seperti ISO 17025, 27037, dan 27042. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan jejak kekerasan fisik terhadap Arya Daru. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan detail, mulai dari pengumpulan barang bukti hingga analisis dan investigasi yang mendalam. Tidak ada indikasi tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap korban berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Tim Puslabfor Bareskrim Polri.

Source link