Kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang dikenal sebagai ADP (39), menimbulkan kepercayaan dari pihak keluarga bahwa hal tersebut bukanlah akibat bunuh diri. Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus, menegaskan bahwa almarhum tidak memiliki kecenderungan seperti itu, meskipun hasil penyelidikan Polda Metro Jaya menemukan adanya email dari Daru yang menyinggung keinginannya untuk bunuh diri.
Meskipun demikian, Bagus tidak ingin memberikan komentar terkait temuan kepolisian tersebut karena hal tersebut dianggap sebagai masalah pribadi. Bagus juga menegaskan bahwa Daru tidak pernah mengeluhkan beban kerja yang dapat menyebabkan depresi, sehingga keluarga tidak dapat memberikan informasi detail terkait proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Tim digital forensik Polda Metro Jaya menemukan bukti dari komunikasi Daru yang menunjukkan keinginannya untuk bunuh diri melalui alat komunikasi yang digunakan pada rentang waktu tertentu. Informasi tersebut telah disampaikan kepada penyidik yang menangani kasus tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua segmen yang menggambarkan keinginan Daru untuk mengakhiri hidupnya, dengan masing-masing rentang waktu tertentu.
Dari keseluruhan fakta yang ada, keluarga masih tetap yakin bahwa kematian ADP bukanlah akibat bunuh diri. Proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap fakta lebih lanjut terkait kejadian tersebut.












