Proses revalidasi Geopark Kaldera Toba telah resmi berakhir setelah melalui rangkaian kegiatan sejak 21 Juli 2025. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, optimis bahwa wilayah ini akan kembali memperoleh kartu hijau sebagai anggota Global Geopark Network (GGN) yang diakui UNESCO. Pernyataan ini disampaikan setelah dia mengadakan makan malam dengan asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba, Dr. Jeon Yongmun dan Prof. Jose Brilha di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41, Medan, pada Kamis malam. Bobby mengungkapkan bahwa persiapan revalidasi dilakukan secara efisien berkat kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah daerah di sekitar Danau Toba, dan kementerian serta lembaga terkait. Hal ini menunjukkan komitmen untuk melindungi ekosistem, budaya, dan warisan leluhur yang ada di Danau Toba.
Asesor UNESCO memberikan sejumlah catatan setelah kunjungan lapangan, yang dianggap Bobby sebagai masukan berharga untuk perbaikan dan pelestarian kawasan ke depan. General Manager Geopark Kaldera Toba, Azizul Kholis, menyatakan bahwa persiapan revalidasi dapat diselesaikan dengan cepat berkat komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama dukungan penuh gubernur. Beberapa rekomendasi yang telah dipenuhi termasuk usulan geosite baru, pendataan warisan alam dan budaya, peningkatan informasi publik, serta partisipasi aktif sebagai anggota GGN. Dalam jamuan makan malam tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Surya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Togap Simangunsong, dan para kepala daerah di sekitar Danau Toba. Selain memperoleh penilaian yang baik, revalidasi Geopark Kaldera Toba juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pariwisata Sumut di tingkat internasional.












