Evaluasi Urgen MBG setelah Ratusan Siswa NTT Keracunan

Beberapa politisi di DPR menuntut evaluasi segera terhadap program makanan bergizi gratis (MBG) setelah terjadinya kasus keracunan massal ratusan siswa yang mengkonsumsi MBG di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam dua hari berturut-turut. Anggota Komisi III DPR dari PKS, Nasir Djamil, menyatakan bahwa kasus keracunan ini harus diselidiki agar tidak terulang di kemudian hari. Tujuan dari pemberian MBG kepada siswa adalah untuk meningkatkan ketahanan serta kualitas belajar para siswa.

Politisi lainnya, Benny Harman, menilai bahwa kasus keracunan ini menunjukkan kurangnya kesiapan dalam pengelolaan program MBG. Dia meminta agar tata kelola program ini diperbaiki agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan. Benny juga meminta bantuan dari Kapolda NTT untuk mengawasi program MBG. Semua pihak berharap agar kasus keracunan ini dapat diatasi dengan baik sehingga program MBG yang sejatinya baik dapat berjalan lancar tanpa masalah.

Sebelumnya, puluhan siswa di Sumba Barat Daya dan sekitar 200 peserta didik SMP Negeri 8 Kota Kupang juga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Meskipun demikian, penyedia layanan MBG masih enggan memberikan konfirmasi terkait isu keracunan tersebut. Semua pihak berharap agar kasus ini dapat memberikan pembelajaran dan evaluasi agar ke depannya program MBG dapat berjalan lebih baik tanpa risiko keracunan.

Source link