Berita  

Klarifikasi Polda Kepri Mengenai Video Viral Polisi yang Membawa Parang di Rempang

Klarifikasi Polda Kepri Soal Video Viral Polisi Bawa Parang di Rempang

Polda Kepulauan Riau angkat bicara setelah sebuah video memperlihatkan seorang polisi membawa parang saat mengawal tim pengukuran lahan di Pulau Rempang. Rekaman itu cepat menyebar dan memicu beragam tafsir di tengah sensitifnya polemik pengembangan kawasan tersebut. Namun, kepolisian menegaskan bahwa benda tajam itu tidak dipakai untuk mengintimidasi warga.

Parang Dipakai untuk Membuka Akses di Area Hutan

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, parang tersebut dipakai semata-mata untuk membantu membuka jalan menuju lokasi survei. Menurutnya, area yang dilalui merupakan kawasan hutan dengan kondisi vegetasi yang lebat, mulai dari rumput tinggi, ilalang, ranting pohon, hingga semak yang menghalangi akses tim di lapangan.

Ia menambahkan, kegiatan survei dan topografi itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kontur tanah, termasuk perbedaan tinggi dan rendahnya lahan. Selain itu, tim juga memverifikasi keberadaan kebun, rumah, dan kawasan hutan di lokasi yang menjadi objek pengukuran.

Pengamanan Terkendala Penolakan Warga

Dalam pelaksanaan pengamanan, pihak kepolisian mengaku menghadapi hambatan dari sebagian masyarakat yang tidak menginginkan kampung mereka dijadikan lokasi kegiatan oleh pemerintah maupun pihak pengembang. Situasi itu membuat proses di lapangan berlangsung dalam suasana yang cukup tegang, terlebih karena isu Rempang masih menyisakan penolakan dari sejumlah warga.

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Nugroho Tri Nuryanto pun menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan akan melakukan langkah analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas kedinasan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman di publik.

Imbauan agar Publik Tidak Mudah Terprovokasi

Di tengah sorotan terhadap pengembangan Rempang sebagai kawasan Eco City di Kota Batam, kepolisian meminta semua pihak menahan diri dan tidak mudah terpancing informasi yang beredar. Polda Kepri juga mengingatkan masyarakat untuk bersikap bijak dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dan pengecekan sebelum mempercayai atau membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.