Kulit Sehat Tak Harus Glowing: Kenali Ciri-Cirinya

Perawatan kulit tidak semestinya hanya berorientasi pada tampilan glowing. Menurut Skincare Educator Giovanni Moestopo, prioritas utama adalah menjaga skin barrier atau lapisan pelindung kulit tetap sehat. Kulit yang bercahaya, kata dia, seharusnya menjadi dampak dari kondisi kulit yang terawat, bukan satu-satunya tujuan.

Giovanni menjelaskan, skin barrier berada di lapisan epidermis, tepatnya stratum corneum. Lapisan terluar tubuh ini berperan melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur, dan berbagai zat berbahaya. Skin barrier juga membantu mempertahankan air agar tidak terlalu banyak keluar dari tubuh.

Penyebab dan tanda skin barrier terganggu

Ketika lapisan pelindung tersebut mengalami kerusakan, kulit dapat menunjukkan sejumlah gejala. Kulit kering biasanya menjadi tanda yang paling sering muncul. Kondisi itu kemudian bisa berkembang menjadi rasa gatal, kebiasaan menggaruk, hingga masalah lain seperti jerawat, kulit kusam, dan ruam yang berulang.

“Banyak masalah kulit berawal dari skin barrier yang tidak sehat,” ujar Giovanni saat peluncuran Aveeno Skin Relief Repairing Balm di Jakarta x Beauty, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut dia, penggunaan produk perawatan dengan kandungan surfaktan atau SLS yang tinggi dapat merusak lipid barrier kulit. Kebiasaan memakai scrub setiap hari juga berisiko mengganggu lapisan pelindung tersebut. Selain faktor dari produk perawatan, debu, polusi, kotoran, dan stres psikologis turut berpengaruh.

Stres bahkan dapat memicu perilaku yang memperparah kondisi kulit. “Saat stres, tanpa sadar kita sering menggaruk kulit. Kebiasaan ini juga dapat merusak skin barrier,” kata Giovanni.

Maudy Ayunda mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada kulit. Menurut dia, rasa gatal, kering, iritasi, inflamasi, dan kemerahan merupakan sinyal bahwa kulit membutuhkan perawatan yang lebih nyaman dan tepat.

“Kulit kita suka berbicara dan memberikan sinyal, kadang terasa gatal, mengalami inflamasi, kemerahan, atau kering. Itu sebenarnya tanda bahwa kulit membutuhkan sesuatu yang nyaman,” kata Maudy.

Perawatan untuk menjaga lapisan pelindung kulit

Giovanni menyarankan penggunaan pembersih yang lembut serta pemakaian skincare secukupnya. Produk dengan bahan aktif berkadar terlalu tinggi sebaiknya dihindari, sementara stres perlu dikelola sebaik mungkin agar tidak memicu kebiasaan menggaruk.

Kandungan oat juga disebut dapat membantu merawat skin barrier. Bahan ini membantu menjaga hidrasi kulit dan memiliki manfaat antiinflamasi. Giovanni mengatakan, oat tidak hanya membantu mempertahankan kelembapan, tetapi juga mendukung perbaikan skin barrier, mengurangi rasa gatal, menjaga pH kulit, serta membantu mengurangi keparahan eksim.

Untuk kondisi kulit yang sudah cukup berat, produk berbentuk ointment atau balm dapat digunakan karena mampu mengunci kelembapan sekaligus membantu menenangkan kulit. “Jika semua itu dilakukan dengan baik, maka kulit yang glowing akan menjadi bonus dari kulit yang sehat,” ujar Giovanni.

Source link