Dokter: Kenali Gangguan Tumbuh Kembang yang Tak Terlihat

Gangguan tumbuh kembang pada anak tidak selalu mudah dikenali sejak awal. Karena itu, pemeriksaan rutin dan pemantauan perkembangan perlu dilakukan sejak dini agar keterlambatan maupun faktor risiko tertentu dapat segera ditangani.

Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital, Isvarani Devana Irawan, mengatakan pemeriksaan berkala membantu orang tua memastikan pencapaian anak sesuai dengan tahapan usianya. “Tidak semua gangguan tumbuh kembang anak bisa terlihat secara jelas pada tahap awal,” kata Isvarani pada 23 Juli 2026.

Menurut dia, pemeriksaan rutin memungkinkan keterlambatan terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan secara lebih optimal. Selama ini, sebagian orang tua baru menyadari adanya masalah perkembangan atau imunisasi yang belum lengkap setelah anak mengalami kendala tertentu.

Perkembangan dan imunisasi perlu dipantau bersamaan

Gangguan tumbuh kembang dapat muncul dalam beragam bentuk, antara lain keterlambatan berbicara, terlambat berjalan, gangguan motorik, serta kesulitan berinteraksi sosial. Sejumlah kondisi bahkan baru terlihat ketika anak memasuki usia sekolah atau belum mencapai kemampuan yang semestinya berkembang pada tahap usianya.

Isvarani menekankan bahwa setiap anak memiliki tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Meski demikian, pemantauan berkala tetap diperlukan untuk menilai kemampuan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial anak.

Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh dapat membantu mengenali tanda keterlambatan dan faktor risiko sejak awal. Dengan begitu, penanganan bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Selain pemantauan perkembangan, orang tua perlu memastikan imunisasi anak diberikan sesuai jadwal. Imunisasi berfungsi melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi, termasuk campak, polio, hepatitis B, difteri, dan pertusis atau batuk rejan.

Perlindungan juga mencakup penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I akibat infeksi pneumokokus dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Penyakit-penyakit tersebut masih dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak.

Deteksi dini menjadi bagian dari upaya pencegahan

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyebut edukasi keluarga, skrining yang lebih sering, dan imunisasi sebagai tiga program utama dalam perawatan preventif anak. “Program promotif preventif untuk anak-anak itu, pertama keluarganya harus diedukasi, kedua harus lebih sering diskrining dan yang ketiga imunisasi. Ini tiga program utama di preventive care,” kata Budi.

Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Serang, Regia Sabaraty Sinurat, juga menempatkan pemantauan tumbuh kembang dan imunisasi sebagai dua langkah penting untuk menjaga kesehatan anak sejak dini.

“Imunisasi tidak hanya melindungi anak dari berbagai penyakit menular, tetapi juga membantu mengurangi risiko komplikasi serius yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan kualitas hidup anak di masa depan. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan,” ujar Regia.

Pediatric Center Bethsaida Hospital menyediakan layanan imunisasi anak sesuai rekomendasi dan jadwal imunisasi yang berlaku, baik imunisasi dasar maupun lanjutan. Pemantauan perkembangan secara berkala dan pemberian imunisasi sesuai jadwal menjadi perhatian yang perlu dilakukan orang tua sejak anak berusia dini.

Source link