Aktivitas Jessica Mila belakangan ini disebut mengalami pengurangan. Namun, perubahan tersebut bukan karena adanya larangan atau pembatasan yang disengaja, melainkan karena ia menyesuaikan kegiatan dengan kondisi tubuhnya.
Hal itu disampaikan Yakup. Menurut dia, Jessica tetap menjalani aktivitas ketika kondisi fisiknya memungkinkan. Sebaliknya, ia memilih lebih banyak beristirahat ketika merasa kurang nyaman, terutama saat mengalami mual.
“Sejauh ini aktivitas memang berkurang itu bukan dia ngurangin, tapi memang karena ada mual-mual dan sebagainya,” kata Yakup.
Menyesuaikan dengan Kondisi Tubuh
Yakup menjelaskan, Jessica tidak sepenuhnya menghentikan kegiatan di luar rumah. Frekuensi aktivitasnya bergantung pada kondisi yang dirasakan pada saat itu. Ketika tubuhnya sedang tidak enak dan mual muncul, Jessica cenderung jarang bepergian atau melakukan kegiatan di luar.
“Jadi kalau dia lagi kurang enak badan, lagi ada mual-mual ya dia jarang keluar,” ujar Yakup.
Penjelasan tersebut menggambarkan bahwa berkurangnya aktivitas Jessica bersifat situasional. Ia tidak secara khusus mengurangi kegiatan karena keputusan sepihak, tetapi menyesuaikan rutinitas dengan keadaan tubuhnya. Karena itu, aktivitas Jessica bisa berbeda dari satu waktu ke waktu lainnya.
Jika merasa lebih baik, Jessica masih dapat melakukan sejumlah kegiatan yang biasa dijalaninya. Yakup menyebut olahraga dan yoga sebagai aktivitas yang terkadang tetap dilakukan Jessica ketika kondisinya sedang memungkinkan.
“Tapi kalau dia lagi oke, ya dia masih kadang-kadang olahraga juga, masih yoga juga,” sambung Yakup.
Masih Beraktivitas Saat Kondisi Memungkinkan
Pernyataan Yakup sekaligus menegaskan bahwa Jessica tidak sepenuhnya berhenti beraktivitas. Mual dan rasa kurang enak badan menjadi faktor yang membuatnya lebih selektif dalam menentukan kegiatan, termasuk kapan harus keluar rumah dan kapan beristirahat.
Pola tersebut membuat aktivitas Jessica tidak berlangsung dengan intensitas yang sama setiap hari. Saat kondisinya menurun, ia mengurangi kegiatan. Namun, ketika tubuhnya terasa lebih baik, ia masih dapat berolahraga dan melakukan yoga, meski hanya sesekali.
Yakup tidak menyebut adanya pembatasan khusus terhadap kegiatan Jessica. Ia justru menekankan bahwa perubahan rutinitas itu berkaitan dengan penyesuaian terhadap kondisi tubuh. Dengan pertimbangan tersebut, Jessica tetap menjalani aktivitas yang mampu dilakukan tanpa memaksakan diri ketika mual atau rasa tidak nyaman muncul.












