Aji Santoso vs Jacksen F Tiago, Nostalgia Juara 1997 di Sidoarjo

Sembilan gol mewarnai pertemuan dua tim yang ditangani Aji Santoso dan Jacksen F. Tiago dalam Indonesia Fun Football Legends (IFFL) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (5/7/2026) malam. Tim Aji memenangi laga persahabatan itu dengan skor tipis 5-4.

Hasil pertandingan bukan satu-satunya daya tarik dalam laga ekshibisi tersebut. Kehadiran Aji dan Jacksen membawa kembali ingatan pada perjalanan Persebaya Surabaya hampir tiga dekade lalu. Keduanya pernah menjadi bagian penting saat klub tersebut menjuarai Liga Indonesia musim 1996/1997.

Kali ini, Aji dan Jacksen tidak berada di kubu yang sama. Mereka berhadapan sebagai juru taktik dua tim berbeda yang dihuni sejumlah mantan pemain ternama sepak bola Indonesia.

Sembilan gol dari para mantan bintang

Aji Santoso menangani tim yang diperkuat Danilo Fernando, Cristian Gonzales, Budi Sudarsono, Rendi Irwan, Evan Dimas Darmono, dan sejumlah pemain lainnya. Komposisi tersebut menghadirkan perpaduan mantan pemain dari berbagai generasi.

Jacksen F. Tiago juga memiliki skuad dengan deretan nama yang pernah dikenal publik sepak bola nasional. Eka Ramdani, Ronald Fagundes, Anang Ma’ruf, Robertino Pugliara, dan Airlangga Sucipto menjadi bagian dari tim asuhannya.

Pertandingan berjalan ketat hingga menghasilkan total sembilan gol. Danilo Fernando menjadi penyumbang gol terbanyak bagi tim Aji dengan mencetak dua gol. Tiga gol lainnya masing-masing dibuat oleh Budi Sudarsono, Cristian Gonzales, dan Sunarto.

Tim Jacksen memberikan perlawanan melalui empat pencetak gol berbeda. Eka Ramdani, Airlangga Sucipto, Syamsir Alam, dan Christian Rontini masing-masing mencatatkan satu gol. Namun, empat gol tersebut belum cukup untuk menghindarkan tim mereka dari kekalahan 4-5.

Aji utamakan kondisi pemain

Meski pertandingan berlangsung sengit dan berakhir dengan selisih satu gol, Aji menegaskan bahwa kemenangan bukan sasaran utama. Menurut dia, IFFL merupakan pertandingan untuk bersenang-senang sehingga kondisi para pemain harus tetap menjadi perhatian.

“Tentunya ini pertandingan fun, tidak ada menang atau kalah. Saya hanya berpesan ke pemain. Kalau tidak kuat, minta ganti karena saya gak mau nanti setelah ada laga fun ini mereka sakit,” ujar Aji.

Pesan tersebut disampaikan karena para peserta merupakan mantan pemain yang kembali turun ke lapangan dalam pertandingan ekshibisi. Aji tidak ingin mereka memaksakan diri hanya demi mengejar hasil akhir dalam laga yang sejak awal ditujukan sebagai ajang hiburan.

Mantan pelatih Persebaya itu juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IFFL. Ia menilai ajang tersebut menjadi wadah positif bagi para mantan pesepak bola nasional, sekaligus mempertemukan kembali nama-nama yang pernah menghiasi kompetisi sepak bola Indonesia.

Source link