Jakarta, CNN Indonesia — Warga Kampung Baru, Kecamatan Labuan, Pandeglang, yaitu Fauzan, merasakan getaran hebat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Getaran tersebut dirasakannya sejak dini hari dan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Getaran Tak Henti Dirasakan Sejak Dini Hari
Fauzan menceritakan bahwa getaran pertama kali terasa pada Sabtu (5/9) pukul 01.00 WIB di pintu rumahnya. Namun, getaran tersebut terus berlangsung hingga pagi hari. Dalam video yang dibagikannya, terlihat pintu rumahnya bergetar seolah-olah ada yang mencoba membukanya dengan paksa.
Getaran Semakin Menguat dan Tak Terhentikan
Hingga pukul 06.00 WIB, intensitas getaran semakin meningkat dari bagian depan rumah hingga ke bagian belakang. Meskipun pada jam 04.00 WIB kamar belakang belum terasa getarannya, namun pada Salat Subuh, getaran masih dirasakan. Akhirnya, setelah jam 06.00 WIB, getaran mencapai bagian belakang rumahnya.
Penasaran dengan getaran yang terus meningkat, Fauzan dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke Kota Serang yang dianggapnya lebih aman. Mereka berangkat pada jam 07.30 WIB dan meninggalkan Labuan sekitar jam 08.00 WIB.
Masyarakat Labuan Mulai Mengungsi
Sementara itu, beberapa warga Labuan lainnya juga dikabarkan mulai mengungsi sementara waktu. Fauzan mengungkapkan bahwa wilayah pemukiman di Labuan terletak di dataran tinggi dan jauh dari bibir pantai, membuatnya khawatir akan keselamatan warga di Pantai Carita yang lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau.
Melihat kondisi sekitar yang mulai sepi dan beberapa warga sudah mengungsi, Fauzan memutuskan untuk segera mengungsi demi keselamatan keluarganya. Dia berharap erupsi Gunung Anak Krakatau tidak menimbulkan bencana yang lebih besar.












