Keracunan MBG di Agam Sumbar: 334 Siswa dan Guru Terkena Hal ini

Di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebanyak 334 orang penerima manfaat makanan MBG mengalami keracunan dan harus menjalani perawatan medis. Korban keracunan berasal dari tiga nagari yang ada di wilayah tersebut, yaitu Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Total 334 orang korban tersebut terdiri dari siswa dan guru dari SD dan SMP di kecamatan tersebut.

Gejala dan Penanganan

Para penerima manfaat diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG pada hari Selasa. Mereka mengalami gejala seperti demam, pusing, mual, muntah, dan diare. Sejumlah murid sekolah langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Awalnya, terdapat 21 anak yang menunjukkan gejala keracunan, namun jumlahnya bertambah menjadi 54 siswa.

Para korban keracunan tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan rumah sakit di Bukittinggi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, Dinas Kesehatan dan BPOM sedang melakukan investigasi terkait makanan MBG yang dikonsumsi oleh korban.

Dugaan Penyebab dan Penyelidikan

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, membenarkan adanya kasus keracunan makanan dari dapur MBG di Palupuh. Pemerintah setempat meminta dapur tersebut untuk berhenti beroperasi sementara waktu agar proses investigasi dapat dilakukan dengan baik. Hasil investigasi diperkirakan akan keluar dalam waktu seminggu ke depan setelah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan BPOM.

Untuk saat ini, Pemkab Agam belum memutuskan apakah kasus ini akan dianggap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) atau tidak. Mereka akan menunggu hasil investigasi dari BPOM dan dinas terkait terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait kasus keracunan di Palupuh.

Source link