PKB Kritik Pernyataan Cak Imin tentang NU
Jakarta, 30 Agustus 2020 – Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany atau Gus Najmi menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terkait kondisi Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak ditujukan sebagai serangan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Menurut Gus Najmi, pernyataan Cak Imin perlu dilihat secara utuh dan proporsional. Kritik yang disampaikan Cak Imin terkait kepemimpinan di NU, bukan sebagai serangan terhadap HMI. Hal ini disampaikan Najmi dalam keterangan tertulisnya.
HMI dan Kritik Cak Imin
Najmi menjelaskan bahwa latar belakang HMI dari figur yang dikritik oleh Cak Imin adalah fakta biografis. Namun, hal ini tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kritik Cak Imin adalah kritik terhadap HMI secara keseluruhan.
“Jika setiap kritik terhadap seseorang dianggap sebagai kritik terhadap organisasinya, itu adalah kesalahan dalam berpikir,” ujar Najmi. Menurutnya, yang terpenting adalah kapabilitas dan hasil kepemimpinan, bukan latar belakang personal.
Tanggung Jawab Moral
Gus Najmi juga menegaskan bahwa Cak Imin adalah bagian tak terpisahkan dari NU dan tradisi pesantren. Kritik yang disampaikan merupakan bentuk rasa tanggung jawab moral untuk memperbaiki kondisi di rumah sendiri.
“Evaluasi kepemimpinan harus dilakukan dengan argumentasi yang sehat tanpa perlu memicu konflik antar-organisasi. Perbedaan pendapat itu wajar, namun persatuan dalam gerakan mahasiswa dan pemuda harus tetap diutamakan,” tambahnya.
Video pernyataan Cak Imin yang beredar salah satunya diunggah oleh mantan Ketua Umum PB HMI, Anas Urbaningrum. Di dalam video tersebut, Cak Imin menyebut bahwa NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir.
“NU terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, begitulah intinya,” kata Cak Imin dalam video tersebut.










