Berita  

Karhutla Papua Tengah: Api Belum Padam, Luas Terbakar 396 Hektare






Karhutla di Papua Tengah Menghanguskan 396 Hektar Lahan

Karhutla Mengamuk di Tujuh Distrik Kabupaten Nabire, Papua Tengah

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melanda Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Karhutla ini terjadi di tujuh distrik di wilayah tersebut sejak 18 Juli lalu.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa karhutla terjadi di Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

Faktor Penyebab Karhutla

Berton menjelaskan bahwa karhutla di Papua Tengah dipicu oleh kondisi cuaca panas dan angin kencang. Selain itu, kelimpahan semak dan ilalang kering turut memperparah situasi tersebut.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Nabire, luas lahan yang terbakar mencapai 396,13 hektar dengan empat kepala keluarga terdampak. Upaya pemadaman masih terkendala oleh sulitnya akses ke lokasi karhutla.

Bahaya Ekstrem dan Krisis Air

Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi 1.923 titik panas di Papua Tengah pada 10-22 Agustus 2026, di mana 1.069 titik panas terjadi di Nabire. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekstrem cuaca dan krisis air yang melanda wilayah tersebut.

Kepala BMKG Nabire, Husain Kamadi, mengungkapkan bahwa curah hujan rendah dalam beberapa periode terakhir membuat lahan sangat rentan terhadap kebakaran. Keadaan ini diperparah oleh ketersediaan air yang semakin menipis.

Untuk mengatasi dampak karhutla di Papua Tengah, pemerintah daerah perlu mendapatkan dukungan tambahan berupa water bombing dan armada pemadam yang lebih banyak untuk menjangkau area sulit secara darat.


Source link