Berita  

Tuntutan Mundur Dirjen Menhub Picu Kecelakaan Kapal







Menhub Evaluasi dan Audit Terhadap Perusahaan Kapal

Menteri Perhubungan Evaluasi Kinerja Jajaran Terkait Rentetan Kecelakaan Kapal

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwahandhi memberikan tanggapan terkait desakan untuk mundur yang disampaikan kepada anak buahnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Muhammad Masyhud dalam rapat Komisi V DPR.

Tindak Lanjut Evaluasi Kinerja Jajaran

Dudy menyampaikan bahwa evaluasi terhadap jajaran Kementerian Perhubungan akan terus dilakukan. Evaluasi ini akan mempertimbangkan berbagai item dan kinerja setiap individu akan menjadi perhatian utama dari pihaknya.

“Evaluasi itu tentunya banyak item yang kita pertimbangkan dan performance tentunya dari setiap individu akan menjadi perhatian kami gitu,” kata Dudy usai rapat di kompleks parlemen, Rabu (19/8).

Audit Terhadap Empat Perusahaan Kapal

Menurut Dudy, dalam waktu dekat, Kementerian Perhubungan akan melakukan audit terhadap empat perusahaan kapal yang mengalami insiden kecelakaan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah KMP Mutiara Sentosa 2. Tujuan dari audit ini adalah untuk memastikan apakah perusahaan-perusahaan tersebut mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku.

“Dari situ kemudian kita akan temukan, apakah ada kesalahan-kesalahan yang sifatnya ringan ataupun yang berat,” ujar Dudy.

Anggota Komisi V, Yasti Soepredjo Mokoagow juga ikut mendesak Dirjen Hubla Muhammad Masyhud untuk mundur setelah serangkaian insiden kecelakaan kapal terjadi. Dia mengungkapkan kecurigaannya bahwa insiden-insiden tersebut disebabkan oleh adanya praktik yang tidak benar antara operator kapal dan pejabat terkait.

“Pak Dirjen saya mohon maaf, seharusnya Bapak yang bertanggung jawab penuh. Bapak harus ada budaya malu sebagai Dirjen Pak. Sudah 600 kejadian dalam kurun Januari sampai Agustus,” kata Yasti.

Berdasarkan laporan Basarnas, tercatat sebanyak 601 kecelakaan kapal terjadi hingga 15 Agustus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.607 orang menjadi korban, dengan 239 orang meninggal dunia dan 203 orang hilang.


Source link